Polling Media Australia: Tony Abbot Harus Minta Maaf
Perdana Menteri Australia Tony Abbott dituntut meminta maaf kepada Presiden Yudhoyono atas penyadapan yang dilakukan intelijen Negara Kanguru.
Hal itu tercermin dari polling yang dilakukan surat kabar The Sydney Morning Herald (SMH) terhadap 11.067 responden di Australia. Sekitar 62 persen responden mendesak agar Abbot meminta maaf, sementara 38 persen responden lainnya menjawab tidak perlu.
Polling dilakukan di laman daring SHM dengan pertanyaan sederhana; "Haruskah Australia meminta maaf kepada Indonesia karena telah memata-matai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?"
"Walaupun polling yang dilakukan The Sydney Morning Herald tersebut hanya menjaring sebagian kecil suara rakyat Australia, langkah profesional yang dilakukan salah satu harian terbesar di Australia itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah kepada publik dunia," kata Mantan agen imigrasi Kedutaan Besar Australia, Ferdi Tanoni, Kamis (21/11).
Menurutnya, permintaan maaf yang diinginkan minoritas rakyat Australia dalam polling tersebut hanya untuk menjaga dan menghormati etika hubungan antara Australia-Indonesia yang sudah terjalin dengan baik. (SHM/Antara)
Hal itu tercermin dari polling yang dilakukan surat kabar The Sydney Morning Herald (SMH) terhadap 11.067 responden di Australia. Sekitar 62 persen responden mendesak agar Abbot meminta maaf, sementara 38 persen responden lainnya menjawab tidak perlu.
Polling dilakukan di laman daring SHM dengan pertanyaan sederhana; "Haruskah Australia meminta maaf kepada Indonesia karena telah memata-matai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?"
"Walaupun polling yang dilakukan The Sydney Morning Herald tersebut hanya menjaring sebagian kecil suara rakyat Australia, langkah profesional yang dilakukan salah satu harian terbesar di Australia itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah kepada publik dunia," kata Mantan agen imigrasi Kedutaan Besar Australia, Ferdi Tanoni, Kamis (21/11).
Menurutnya, permintaan maaf yang diinginkan minoritas rakyat Australia dalam polling tersebut hanya untuk menjaga dan menghormati etika hubungan antara Australia-Indonesia yang sudah terjalin dengan baik. (SHM/Antara)




0 komentar:
Posting Komentar