Home » , » Presiden SBY Terima 3,6 Juta SMS Keluhan dari Rakyat

Presiden SBY Terima 3,6 Juta SMS Keluhan dari Rakyat

Ditulis dari redaksi on 25 Agu 2013 | 8/25/2013



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu. - See more at: http://www.108csr.com/default/news/2013/07/27/44651/Presiden-SBY-Terima-3-6-Juta-SMS-Keluhan-dari-Rakyat#sthash.rlFffm5g.dpuf
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu. - See more at: http://www.108csr.com/default/news/2013/07/27/44651/Presiden-SBY-Terima-3-6-Juta-SMS-Keluhan-dari-Rakyat#sthash.rlFffm5g.dpuf
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu. - See more at: http://www.108csr.com/default/news/2013/07/27/44651/Presiden-SBY-Terima-3-6-Juta-SMS-Keluhan-dari-Rakyat#sthash.rlFffm5g.dpuf
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu. - See more at: http://www.108csr.com/default/news/2013/07/27/44651/Presiden-SBY-Terima-3-6-Juta-SMS-Keluhan-dari-Rakyat#sthash.rlFffm5g.dpuf
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu. - See more at: http://www.108csr.com/default/news/2013/07/27/44651/Presiden-SBY-Terima-3-6-Juta-SMS-Keluhan-dari-Rakyat#sthash.rlFffm5g.dpuf
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu. - See more at: http://www.108csr.com/default/news/2013/07/27/44651/Presiden-SBY-Terima-3-6-Juta-SMS-Keluhan-dari-Rakyat#sthash.rlFffm5g.dpuf
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu. - See more at: http://www.108csr.com/default/news/2013/07/27/44651/Presiden-SBY-Terima-3-6-Juta-SMS-Keluhan-dari-Rakyat#sthash.rlFffm5g.dpuf




Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu. - See more at: http://www.108csr.com/default/news/2013/07/27/44651/Presiden-SBY-Terima-3-6-Juta-SMS-Keluhan-dari-Rakyat#sthash.rlFffm5g.dpuf
Presiden SBY Terima 3,6 Juta SMS Keluhan dari Rakyat
Sabtu, 27 Juli 2013 11:14
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ist)
108CSR.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku telah menerima 3,6 juta SMS atau pesan singkat berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri sejak pertengahan 2005.


"Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan. Tentu saya salurkan semua apa yang saya terima dan saya dengar," kata SBY di Istana Negara, Jumat, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum.


"Jadi kalau ada yang mengatakan, pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja. Itu tidak benar," ujar dia.


Selain menerima aduan melalui pesan singkat, sejak bergabung dengan media sosial, SBY mengaku telah memiliki followers Twitter sebanyak 2.894.542 orang dan 356.172 teman di Facebook, yang dapat secara bebas melontarkan keluhannya.


"Di antaranya tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya," ujar SBY.


"Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya," katanya.


Dari seluruh keluhan yang diterima, SBY menggarisbawahi 10 hal penting, yang pertama soal pengadilan oleh media. "Banyak saudara kita melalui komunikasi dengan saya yang menganggap kok banyak di Indonesiatrial by the press," tutur SBY.


"Pengadilan belum mengambil keputusan, kok media sudah memvonis seolah seseorang itu bersalah. Belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah," katanya seraya menambahkan bahwa semua belum dinyatakan bersalah kecuali sudah ada ketetapan hukum.


Hal penting yang kedua,lanjut SBY, adalah soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia. "Bayangkan kalau di tangan media," katanya.


Keluhan selanjutnya, tambah SBY, adalah mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil dan keluhan para kepala daerah tentang upaya oknum aparat yang mencoba mencari-cari kesalahan.

Selain itu, masyarakat berharap tidak ada tekanan dari siapapun terhadap penegak hukum sehingga hukum dan keadilan benar-benar yang berbicara. "Saya mengajak semuanya jangan memberikan tekanan apapun kepada penegak hukum," ujar Presiden ke-6 RI itu.


(ard/int)
- See more at: http://www.108csr.com/default/news/2013/07/27/44651/Presiden-SBY-Terima-3-6-Juta-SMS-Keluhan-dari-Rakyat#sthash.rlFffm5g.dpuf
Bagikan Teman Anda :

0 komentar:

Posting Komentar

Indonesia Headline

Detik

Iklan Anda Pasang Disini


one2cell-jual-beli-online
one2cell-jual-beli-online
grosirproductchina.com
Logo Berita Online
www.grosirbonekamurah.net




 
Support : Indonesian Community | TV7online.com | Flasher Community
Copyright © 2013. Berita Online Terkini -> BeritaOnline.co.id - All Rights Reserved
Redaksi BeritaOnline | Tentang Kami - Aturan | Disclaimer : BeritaOnline Support by jual beli online
Proudly powered by DEWAN PERS