Risiko Gangguan Jantung Berkurang karena Berhenti Merokok
Perokok yang berusia di atas 65 tahun dan menghentikan kebiasaannya itu dapat mengurangi risiko gangguan jantung yang berujung pada kematian. Bahkan kemungkinan itu nyaris sama dengan mereka yang tak pernah merokok.
Demikian hasil penelitian yang dipresentasikan di Dallas, Amerika Serikat. Penelitian sebelumnya menyebutkan orang tua yang merokok kemudian berhenti dari kebiasaan itu dapat mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung.
Peneliti melibatkan orang yang memutuskan berhenti merokok setelah 32 tahun mengisapnya. Hasilnya, risiko mereka rendah terhadap gagal jantung, serangan jantung, dan stroke. Bahkan level potensi mereka hidup lebih sehat hampir sama dengan mereka yang tak pernah merokok.
"Itu juga berlaku untuk perokok berat. Jadi ada kabar positif untuk semua orang," kata dokter Ali Ahmed dalam pertemuan ilmiah Asosiasi Jantung Amerika di Dallas.
Selama belasan tahun, peneliti meneliti kesehatan 835 orang yang berhenti merokok selama kurang lebih 15 tahun. Kemudian peneliti membandingkan kesehatan mereka dengan 2.557 orang yang tak pernah merokok.
Penelitian itu membuktikan rokok dapat membahayakan kesehatan. Di Amerika Serikat, kebiasaan merokok berkaitan dengan kematian lebih dini.
"Jadi jika kamu merokok, segeralah menghentikannya," saran Ahmed.(Reuters)




0 komentar:
Posting Komentar