Home » , » Risiko Gangguan Jantung Berkurang karena Berhenti Merokok

Risiko Gangguan Jantung Berkurang karena Berhenti Merokok

Ditulis dari redaksi on 21 Nov 2013 | 11/21/2013

Risiko Gangguan Jantung Berkurang karena Berhenti Merokok

Perokok yang berusia di atas 65 tahun dan menghentikan kebiasaannya itu dapat mengurangi risiko gangguan jantung yang berujung pada kematian. Bahkan kemungkinan itu nyaris sama dengan mereka yang tak pernah merokok.

Demikian hasil penelitian yang dipresentasikan di Dallas, Amerika Serikat. Penelitian sebelumnya menyebutkan orang tua yang merokok kemudian berhenti dari kebiasaan itu dapat mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung.

Peneliti melibatkan orang yang  memutuskan berhenti merokok setelah 32 tahun mengisapnya. Hasilnya, risiko mereka rendah terhadap gagal jantung, serangan jantung, dan stroke. Bahkan level potensi mereka hidup lebih sehat hampir sama dengan mereka yang tak pernah merokok.

"Itu juga berlaku untuk perokok berat. Jadi ada kabar positif untuk semua orang," kata dokter Ali Ahmed dalam pertemuan ilmiah Asosiasi Jantung Amerika di Dallas.

Selama belasan tahun, peneliti meneliti kesehatan 835 orang yang berhenti merokok selama kurang lebih 15 tahun. Kemudian peneliti membandingkan kesehatan mereka dengan 2.557 orang yang tak pernah merokok.

Penelitian itu membuktikan rokok dapat membahayakan kesehatan. Di Amerika Serikat, kebiasaan merokok berkaitan dengan kematian lebih dini.

"Jadi jika kamu merokok, segeralah menghentikannya," saran Ahmed.(Reuters)


Bagikan Teman Anda :

0 komentar:

Posting Komentar

Indonesia Headline

Detik

Iklan Anda Pasang Disini


one2cell-jual-beli-online
one2cell-jual-beli-online
grosirproductchina.com
Logo Berita Online
www.grosirbonekamurah.net




 
Support : Indonesian Community | TV7online.com | Flasher Community
Copyright © 2013. Berita Online Terkini -> BeritaOnline.co.id - All Rights Reserved
Redaksi BeritaOnline | Tentang Kami - Aturan | Disclaimer : BeritaOnline Support by jual beli online
Proudly powered by DEWAN PERS